Transformasi Limbah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Cair Ekologis: Model Pemberdayaan Masyarakat Desa Temaji
DOI:
https://doi.org/10.35896/jcee.v3i2.1232Keywords:
sampah organik, pupuk cair, pemberdayaan masyarakatAbstract
Permasalahan sampah organik menjadi isu lingkungan yang krusial di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan. Desa Temaji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, menghadapi permasalahan pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya limbah organik yang umumnya hanya dibakar atau ditimbun sehingga menimbulkan pencemaran. Melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik Participatory Action Research (KKN T-PAR), mahasiswa Universitas Al Hikmah Indonesia berupaya memberikan solusi berupa pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dengan memanfaatkan limbah rumah tangga. Artikel ini membahas latar belakang permasalahan, metode partisipatif yang digunakan, dinamika pelaksanaan program, serta hasil dan dampak yang diperoleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Temaji tidak hanya memperoleh keterampilan baru dalam mengolah limbah organik, tetapi juga merasakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dari keberlanjutan program ini.
References
Chauliah, Fatma Putri. “Pemilihan Supplier Bahan Baku Pengemas dengan Metode AHP.” Jurnal Universitas Widyagama Malang, Vol. 20 No. 1 (2012).
Ellen MacArthur Foundation. Towards the Circular Economy. London: EMF, 2013.
Lewin, Kurt. Action Research and Minority Problems. Journal of Social Issues, 1946.
Mardikanto, Totok. Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik. Surakarta: UNS Press, 2013.
Pusat Penelitian Lingkungan Hidup ITB. Dampak Pembakaran Sampah Terhadap Kesehatan Lingkungan. Bandung: ITB, 2019.
Suyanto. Pupuk Organik: Manfaat dan Cara Pembuatannya. Jakarta: Penebar Swadaya, 2018.
Tim KKN T-PAR Desa Temaji. Hasil Observasi Lapangan. Tuban: Universitas Al Hikmah Indonesia, 2025.





